Rabu, 25 Oktober 2017

Good Morning๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Kita perlu BERTINDAK BIJAKSANA karena kita
akan senantiasa berhubungan dengan
orang-orang yang memiliki perbedaan pola pikir,
tingkah laku dan karakter.

Diperlukan KEBERANIAN besar dan  
KETEGUHAN HATI untuk terus maju melakukan
apa yang anda anggap BENAR
walaupun pengkritik ada di sekeliling anda.



Minggu, 06 Agustus 2017

POSITIVE THINKING: SETIA MELAKUKAN PERKARA KECIL



Sunday, August 6, 2017
ADA SUKACITA BESAR DI SORGA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Agustus 2017
Baca: Lukas 15:11-32
"Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." Lukas 15:32
Ketika anak bungsunya pulang (setelah lama terhilang) kembali ke rumah, orangtuanya mengadakan pesta untuk menyambut kepulangannya. Ini menggambarkan ada sukacita di sorga kalau ada satu orang bertobat. "...akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." (Lukas 15:7).
Pertobatan yang bagaimanakah yang membuat Tuhan bersukacita? Kalau hanya mengaku bertobat karena ada altar call di gereja belumlah membuat sorga bersukacita. Pertobatan yang dapat membuat sorga bersukacita adalah pertobatan yang benar menurut ukuran Tuhan. Pertobatan yang benar adalah pertobatan seperti si anak bungsu, yaitu dari kehidupan yang dikuasai oleh keinginan diri sendiri berbalik kepada kehidupan yang mau tunduk sepenuhnya kepada otoritas bapanya. Penundukan diri adalah ciri dari orang yang bersedia hidup dalam otoritas Tuhan, yaitu orang-orang yang pasti diperkenankan masuk menjadi anggota keluarga Kerajaan Sorga. Pertobatan yang benar yang membuat orang mengalami kelahiran baru bukanlah satu kali pertobatan, tetapi sebuah proses pertobatan terus menerus dan seumur hidup. Untuk pertobatan seperti ini dibutuhkan pencerahan oleh kebenaran firman Tuhan setiap hari, sebab "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16).
Kebenaran firman Tuhan yang mencerahi pikiran ditindaklanjuti oleh perubahan berpikir ("metanoia"). Metanoia mengekspresikan perubahan intelektual dan spiritual yang terjadi ketika seorang pendosa berbalik kepada Tuhan. Arti kata metanoia adalah memiliki pikiran lain atau mengubah pikiran orang dalam sikap dan tujuan perihal dosa. Atau, berpikir tentang sesuatu secara berbeda dari sebelumnya. "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20).

"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." Matius 3:8


SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF
Faktanya, tidak semua yang kita coba pasti berhasil. Seringkali, saat kita memulai hal baru, yang kita lihat adalah kesulitan-kesulitan yang ajan kita hadapai dalam menjalani titik awal perjalanan itu.
Jika kita hanya memperhatikan sisi negative dari sebuah kesempatan baru, kita tidak akan pernah memulai sesuatu.
Bagaimana kalua anda kehilangan kesempatan besar yang akan datang,
jika anda tidak MEMULAI dan SETIA dalam melakukan perkara kecil dari SEKARANG?



John C Maxwell:
Untuk mengatasi ketakutan terhdap sesuatu, bertindaklah seolah-olah ini tidak mungkin gagal, dan itu akan menjadi kenyataan. Seorang pemenang dalam lomba sudah dapat diketahui dari caranya memasuki lapangan pertandingan.
Mazmur 73:20:
Sepert mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kau pandang hina

@JohnCMaxwell:
“There is a world of difference between:
       A person who has a big problem and a person who makes a problem big"



Pola makan sehat dan seimbang  meupakan kunci utama untuk keberhasilan rencana resolusi.
Terapkan pola makan 5-6 kali sehari, kurangi makanan manis, junk food, fast food, dan berlemak. #ResolusiDiet (Santoso, Indonesia Sport Nutritionist)


MOTTO FOR SUCCESS
Everything in heaven  is going to be eternal: eternal life, eternal love, eternal you

Happy Sunday


Sabtu, 05 Agustus 2017

POSITIVE THINKING: Berusaha sebaik mungkin



Motto for success

No decision is too small
To ask God about.
You might know what”s best but He does for sure

Saturday, August 5, 2017
MENJADI ANAK YANG TERHILANG
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Agustus 2017
Baca: Lukas 15:11-32
"Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa." Lukas 15:18-19
Perumpamaan tentang anak yang hilang menggambarkan seorang anak yang tidak menyukai hidup dalam dominasi orang tua. Ia berkeinginan hidup bebas dari pengawasan dan bebas menggunakan harta milik yang diklamin sebagai miliknya. "Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya." (ayat 13). Model anak seperti ini banyak dijumpai, tak terkecuali pada mereka yang berstatus 'Kristen'.
Ada banyak orang Kristen tidak merasa dirinya masuk kategori 'anak yang hilang', sebab menurut mereka anak yang hilang adalah mereka yang meninggalkan gereja dan hidup dalam hingar bingar duniawi. Selama masih pergi ke gereja, terlibat dalam pelayanan dan tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum, kita berpikir kita hidup dalam pertobatan dan tidak masuk kategori anak yang hilang. Benarkah? Sesungguhnya pertobatan yang Tuhan kehendaki lebih dari itu, yaitu kita sungguh-sungguh memberi diri hidup dalam penguasaan Tuhan dan kendali Roh Kudus sepenuhnya. Selama masih hidup menurut kehendak diri sendiri kita tergolong sebagai anak yang terhilang, meski secara lahiriah tampak beribadah. "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh," (Galatia 5:25).
Ciri nyata anak yang terhilang adalah hidup dalam kendali diri sendiri. Mereka menggunakan waktu, tenaga, uang, dan apa yang dimiliki sesuka hati untuk kepentingan diri sendiri dan menurut selera sendiri, bukan menurut kehendak Tuhan. Pertobatan adalah kesediaan datang kepada Bapa dan bersedia hidup dalam kekuasaan atau dominasi Bapa. Si bungsu yang bertobat berkata, "Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa." (Lukas 15:18-19). Kesediaannya untuk tidak menggunakan haknya sebagai anak dan rela diperlakukan sebagai hamba oleh bapa adalah bukti kesungguhannya bertobat.
Sudahkah kita bertobat setiap hari dan tunduk kepada kehendak Bapa?


SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF
Saat kita BERTINDAK BENAR,
Tetapi lingkungan justru melecehkan kita karena pilihan kita yang bijak dan benar,
BERANILAH BERBEDA…
DALAM KEBAIKAN…
Tetaplah berusaha menjadi lebih baik lagi, setiap hari!
BERUSAHA SEBAIK MUNGKIN ADALAH SOAL PILIHAN. Begitu juga dengan berusaha setengah-setengah.
MEMILIH untuk BERUSAHA SEBAIK MUNGKIN adalah hal yang perlu kita PERHATIKAN SETIAP SAAT , karena berhubungan dengan perjalanan hidup kita sendiri


@JohnCMaxwell (18 July, 2017)
Not all change is improvement but without change can be improvement

Jika anda berpikir bahwa anda mampu, maka anda mampu.
Dan jika anda berpikir bahwa anda berpikir bahwa anda tidak mampu, anda benar bahwa anda tidak mampu.
Ibrani 2:10
Sebab mereka (para ayah) mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya


Happy weekend...

Jumat, 04 Agustus 2017

POSITIVE THINKING: HEALTHY RESOLUTION ...



Friday, August 4, 2017j
Pagi bae, damai di hati...
Renungan pagi...
ROH YANG LEBIH BESAR DARI APA PUN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Agustus 2017
Baca: 1 Yohanes 4:1-6
"...sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." 1 Yohanes 4:4
Alkitab menyatakan bahwa dunia sekarang ini sedang lenyap dengan segala keinginannya: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (baca 1 Yohanes 2:16). Artinya semua keinginan duniawi dapat melenyapkan hidup seseorang: semakin menjauh dari Tuhan dan membawanya kepada jurang kebinasaan, tetapi "...orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya." (1 Yohanes 2:17).
Setiap orang percaya pasti punya kerinduan untuk hidup seturut dengan firman Tuhan, namun yang seringkali menjadi persoalan adalah: "...roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41), ditambah lagi dengan kuatnya arus dunia ini sehingga kita pun gagal dan gagal lagi untuk hidup dalam kebenaran. Bagi orang percaya yang hidup bergantung penuh kepada Tuhan, bukan saja akan diberi kerinduan untuk melakukan kehendak-Nya, tapi juga diberi kekuatan untuk melakukan kehendak Tuhan. Kekuatan itu datangnya dari Roh Kudus, Ia yang akan memampukan dan menguatkan kita untuk melawan arus duniawi sehingga kita dapat melawan arus dunia ini dan hidup menurut kehendak Tuhan, sebab "...Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." (ayat nas). Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk berkata: aku tidak sanggup, aku lemah, aku tak mampu melakukan ini dan itu, karena Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (baca Yohanes 16:13). Di tengah badai, masalah, dan pergumulan yang berat Tuhan tidak pernah membiarkan kita bergumul sendirian, Ia memberikan Roh-Nya untuk menguatkan kita. "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7). Bahkan Roh Kudus akan menyertai kita dalam menjalani hidup sampai kepada akhir zaman (baca Matius 28:20b).
Ada banyak perkara yang terjadi di dunia ini yang tidak kita mengerti, namun Roh Kudus hadir untuk mengajar kita dan memberi pengertian kepada kita (baca Yohanes 14:26), sehingga kita dapat mengambil sisi positif di setiap peristiwa.

Bersama Roh Kudus kita mampu menjalani hidup dengan kepala tegak berdiri!

SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF
Kita tak dapat menyenangkan semua orang yang kita temui.
Sebagian orang akan tetap bermasalah dalam kehidupannya, tak peduli apapun yang kita katakana dan lakukan demi diri mereka
Pastikan  anda bukan salah satu dari orang yang memperlihatkan pada dunia bahwa anda marah pada kehidupan anda dan melampiaskannya kepada orang lain.
PASTIKAN SIKAP ANDA POSITIF… baik saat menghadapi maslaah pribadi maupun saat menghadapi masalah orang lain
(SUCCESS BECAUSE POSITIVE ACTION
We can not please everyone we meet.
Some people will remain in trouble in their lives, no matter what we say and do for themselves
Make sure you are not one of the people who show the world that you are angry at your life and vent to others.
MAKE SURE YOUR POSITIVE ATTITUDE ... both in the face of personal problems and when facing other people's problem)


John C. Maxwell:
Para pemimpin efektif tidak memulai dengan diri mereka sendiri, tetapi dengan kebutuhan-kebutuhan dari keadaan. Apakah kebutuhan-kebutuhan itu?
(Effective leaders do not start with themselves, but with the needs of the circumstances. What are the needs?)
Yeremia 1: 5 – “ Sebelum Aku membentuk engkau dalam Rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau. Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bangsa-bangsa.


MOTTO FOR SUCCESS:
To some, an obstacle is an excuse to quit.
To others, it is an opportunity to grow stronger  through adversity
And come one step closer to their goal…
(Bagi beberapa orang, halangan adalah alasan untuk berhenti.
Bagi orang lain, ini adalah kesempatan untuk tumbuh lebih kuat melalui kesengsaraan
Dan datang satu langkah lebih dekat ke tujuan mereka ...)


RESOLUSI SEHAT  bertujuan untuk menjaga kesehatan dan memelihara tubuh agar tetap bugar. Fokus utama untuk melakukan resolusi sehat adalah meningkatkan aktivitas fisik dan menjaga pola makan sehat.
(HEALTHY RESOLUTION aims to maintain health and keep the body in order to stay in shape. The main focus for doing healthy resolution is to increase physical activity and maintain a healthy diet).
#ResolusiDiet ((Santoso, Indonesia Sport Nutritionist)

Sehat dan sukses!



Kamis, 03 Agustus 2017

POSITIVE THINKING: "PERSIAPKAN DIRI", 3rd August, 2017

3rd August, 2017 - Thursday
Pagi bae, damai di hati



RHK Kamis, 3 Agustus 2017
Pagi bae, damai di hati
Singkirkan Kebimbangan Dengan Memuliakan Allah
Roma 4:20-21
Kisah Abraham adalah warisan sejarah iman tentang janji dan anugerah Allah bagi orang percaya. Beriman tidak sekedar bertujuan untuk merasakan dan melihat keajaiban tapi juga untuk menyaksikan rahmat/kasih karunia Allah. Karena kasih karunia Allah itulah (magnet) kita beriman/berharap. Dengan iman bukan berarti hidup menjadi lebih mudah, dengan iman maka hidup dihadapkan pada tantangan yang berat, tetapi dengan iman itu akan membuat kita semakin kuat dan kokoh. Salah kalau ada yang beranggapan dengan iman maka segala sesuatu menjadi gampang dan bebas dari hambatan. Tetapi iman justru menghadapkan kita pada ujian-ujian yang berat dan penderitaan (bnd. Kej 22).
Abraham menjadi teladan bagi keluarga dalam menjalani hidup. Ia tidak bimbang dan meragukan (Yun=diakrinesthai) kuasa Allah atas hidupnya, oleh imannya ia diperkuat dan memuliakan Allah. Kebimbangan adalah gambaran ketidak percayaan. Abraham tidak memberi ruang bagi kebimbangan itu, justru ia diperkuat oleh imannya. Kata meragukan menggambarkan perlawanan (batin) dan sikap kritis. Abraham mampu melalui pergulatan batin ini sehingga ia memuliakan Allah. Memuliakan Allah adalah memberikan penghormatan besar, karena menerima dan mengandalkan Firman-Nya.
Sikap Abraham seperti ini harus kita jadikan pembiasaan (condition) untuk membangun karakter orang percaya yang memuliakan Allah dalam menghadapi terpaan badai kehidupan. Sebagai ganti keluhan kita membangun keyakinan dengan menghalau kebimbangan melalui pujian. Tidak mudah memang membudayakan sikap seperti ini. Namun itu satu-satunya pilihan yang terbaik di antara kemungkinan yang buruk. Amin.

Doa:Ya Tuhan, kami bersyukur untuk setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kami, mampukan kami untuk menyingkirkan kebimbangan dengan memuliakan Allah agar iman kami makin kuat menyemangati raga kami. Amin.

SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF
Di sepanjang masa pertumbuhan,
sebagian besar orang merasakan merasakan berbagai kesukaran dan rintangan.
Hal yang sama terjadi saat kita meraih impian.

Persiapkanlah diri, baik hati maupun  sikap,
untuk merasakan "sakit"-nya perjalanan meraih harapan.
Jangan sampai kita terkejut saat bertemu dengan rintangan.

Sikap positif menjadikan kita mau bekerja keras,
melakukan hal-hal baru,
menjauhkan diri dari orang yang tak "membangun" kita,
dan membuang sikap negatif kita.

MOTTO FOR SUCCESS
When you feel lost and tossed on the sea of life,
call on God for help.
He can get you through the storm, or even calm the troubled sea you sake.
He's that powerful and He loves you that much



Memiliki tubuh sehat dengan berat badan ideal pasti menjadi keinginan setiap orang.
Olahraga dan diet tetap merupakan kunci utama dalam mewujudkan kunci utama
#DietFacts (Santoso, Indonesia Sport Nutritionist)


Filipi 2:4: Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri,
tetapi kepentingan orang lain juga

HAVE A GOOD DAY!



Rabu, 02 Agustus 2017

POSITIVE THINKING: Ada HARGA yang perlu DIBAYAR untuk MENCAPAI KESUKSESAN


Augutst 2nd, 2017


Wednesday, August 2, 2017
Pagi bae, damai di hati
SISI POSITIF DI BALIK SEBUAH TEKANAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Agustus 2017
Baca: Mazmur 119:65-72
"Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." Mazmur 119:71
John Willard Marriott, yang lahir 17 September 1900 dan meninggal 13 Agustus 1985, adalah seorang wirausahawan dan pengusaha kenamaan dari Amerika Serikat. Ia merupakan pendiri dari Marriott International, perusahaan induk dari perusahaan ramah tamah terbesar, rantai hotel, dan pelayanan makanan. Ada kalimat bijak yang terkenal dari JW Marriott ini: "Kayu yang baik tidak tumbuh dengan mudah; semakin kencang angin, semakin kuatlah pohon." Artinya sebuah pohon kayu akan terlihat kualitasnya ketika mampu berdiri kuat di tengah terpaan angin yang datang. Teruji karena melewati proses!
Tekanan, penindasan, masalah, kesulitan, penderitaan dan sebagainya adalah bentuk proses yang terkadang Tuhan ijinkan untuk kita jalani. Ketika diperhadapkan dengan proses itu kebanyakan dari kita akan mengeluh, bersungut-sungut, marah, kecewa, putus asa, protes, menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan dan bahkan menyalahkan Tuhan. Sadar atau tidak, semuanya itu adalah salah satu cara yang dipakai Tuhan untuk menegur kita, melatih iman kita dan membentuk kita supaya menjadi pribadi yang berkualitas. Tetapi semua sangat bergantung pada cara pandang tiap-tiap orang dalam menyikapinya. Kalau kita melihat dari sisi positif, tekanan yang ada justru semakin menyadarkan kita akan keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki, sehingga hal itu akan mendorong kita untuk mencari Tuhan dengan sungguh, bergantung pada-Nya dan berharap hanya kepada Tuhan; kita yang sebelumnya hidup menyimpang dari jalan-jalan Tuhan kini mulai belajar memiliki penyerahan diri penuh dengan kehendak Tuhan.
Pemazmur memiliki pengalaman hidup yang demikian: "Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu." (ayat 67). Jadi, selalu ada maksud yang Tuhan ingin sampaikan melalui keadaan yang mungkin tidak menyenangkan dan sangat menyakitkan secara daging, yaitu supaya kita tidak lagi hidup dalam pelanggaran demi pelanggaran, dan semakin menyadari bahwa selama ini kita telah jauh meninggalkan Tuhan dan hidup sekehendak hati.
Tekanan-tekanan dalam kehidupan akan membentuk kita menjadi pribadi yang tidak mudah rapuh, semakin kuat dan berkenan di pemandangan Tuhan!


SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF

ADA HARGA YANG PERLU DIBAYAR UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN:

Banyak belajar atau berlatih;
jam kerja yang panjang dan melelahkan;
kerja keras dengan usaha maksimal yang kadang mengahsilkan kegagalan;
serta jatuh bangkit lainnya

Semua orang sukses mengalaminya

Keberhasilan dalam setiap segi kehidupan memerlukan usaha yang sama besar dengan harga yang sama mahal. Namun,

JIKA ANDA PIKIR ANDA BISA, MAKA ANDA AKAN BISA!!!


John C. Maxwell:
Kenalilah  bakat-bakat dan kemampuan-kemampuan unik anda. Apa yang telah paling berjasa sekaligus bertanggung jawab menentukan keberhasilan dalam hidup anda, sampai sekarang ini? Anda bertanggung-jawab mengembangkannya...

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan....... 
dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. (Mazmur 32:5)


worry ends where faith begins...


TRX training
sangat praktis, bisa dilakukan di manapun, kapanpun anda berada.
Ansa bisa membawa TRX dalam satu ransel ... # TRXTraining



Kamis, 27 Juli 2017

POSITIVE THINKING: Hidup ini singkat, MAKNAI HIDUP DENGAN SEGALA SESUATU YANG BERGUNA

"PERSEMBAHAN YANG BENAR"

(Mazmur 50:7-15)

Billy Graham, penginjil paling terkenal abad ini, adalah sahabat dekatdari 10 presiden As terakhir, mulai dari Harry Trutman samapai Bill Clinton.  Dalam khotbahnya yang bertema Partner with God, antara lain berkata. “salah satu dosa paling besar dari orang Amerika saat ini adalah, bahwa kita merampok dari Allah apa-apa yang sepenuhnya milik hak Dia. Sengaja tidak memberikan persepuluhan kita berarti “ngemplang”.
Padahal dengan memberikan persepuluhan kita, kita sebenarnya belum memberikan apa apa kepada Tuhan.  Mengapa? Karena memang sudah hak Tuhan sepenuhnya .  Kita Cuma ‘bayar utang’.”
Billy graham benar!. Memberi persembahan kepada Tuhan itu pada dasarnya sama seperti “membayar utang”. Kewajiban!  Kita bayar!, tidak membuat kita hebat.  Tetapi tidak kita bayar, kita cacat.
Ini salah satu konsep dasar tentang persembahan yang mesti kita luruskan.  Banyak orang berpikir, bahwa memberi persembahan kepada Tuhan itu seperti memberi “piutang” kepada Tuhan.  Semakin besar persembahan kita kepasa Tuhan semakin besar utang Tuhan kepada kita.  Lalu pada waktu kita membutuhkannya, O gampang, kita tinggal menagihnya.  Dan Tuhan akan membayar kembali hutang-Nya kepada kita, plus bunganya.  Dan bunganya itu ratusan persen.  Bayangkan kita jadi “tukang kredir”  malah tepatnya rentenir.  Sebab bunga yang kita kenakan kepada Tuhan itu nauzibilah tingginya.
Salah kalau kita memotivasi jemaat memberikan persembahan dengan terus menerus mengulang Maleakhi 3:10 adalah,
 “Ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
ATAU
2 Korintus 9:6 berbunyi 
“Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga.”
Bukan ayatnya yang salah, tetapi cara kita memahaminya dan menggunakan ayat ayat itu yang salah!. 

Pembacaan kita hari ini, MAZMUR 50, 
amat jelas, amat tegas, amat tandas, mau meluruskan pandangan-pandangan yang salah itu!.
Ayat 7. Setiap kali kita hendak membawa persembahan kita, ingatlah, untuk siapa dan kepada siapa kita membawa persembahan itu!  “Akulah Allah, Allahmu!” Akulah Allah, bukan rekan bisnismu! 
Akulah Allah bukan bangkirmu!
Ayat 8 Aku, Allahmu! Aku bisa murka kepadamu.  Bisa tidak menyukaimu.  Bisa menghukummu.  Tetapi ingat aku tidak mengukurmu, tidak menilaimu, tidak menghakimimu semata mata berdasar korban bakaranmu atau jumlah persembahanmu! Jangan pikir Aku gampang diiming imingi, dirayu, disuap dengan rupiahmu!.  Jangan pikir nanti ada kelas kelas.  Siapa bayar lebih mahal bisa masuk kelas eksekutive, yang kurang mahal masuk kelas ekonomi! "Bukan karena  korban sembelihanmu Aku menghukum atau memberkati engkau! Mengapa?
Ayat 9-13.  Tuhan tidak perlu persembahan-persembahan kita!  Ia Mahakaya! “punya-Ku lah dunia dan segala isinya!”, begitu dikatakan dalam ayat 12b. Bukan kita yang memberi kepada Tuhan.  Tetapi Tuhan lah yang memberi kepada kita!
Namun demikian, toh Ayat 14  mengatakan, persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Maha Tinggi!” artinya walaupun ia tidak membutuhkan persembahan kita, tetapi Allah mengharapkannya.  Seperti seorang yang mengharapkan kado atau tanda mata dari kekasihnya.  Jangan menghadap Tuhan dengan tangan hampa!, demikian disebutkan dalam kitab Ulangan.  Bawalah persembahanmu sebagai korban!  Bawalah persembahanmu sebagai pembayar Nazar: maksudnya, bukan sebagai hadiah atau sebagai oleh-oleh untuk merayu Dia.  Bukan sebagai uang semir untuk menyuap Dia.   Bukan sebagai nasabah yang mau mendepositokan uangnya karena mengharapkan bungayang tinggi!.
Akan tetapi, “bawalah persembahanmu” sebagai korban!  Apa maksudnya?   Kita mengetahui umat Israel selalu membawa korban sebagai bagian dari ibadah mereka kepada Allah.  Korban itu  berupa binatang.  Binatangnya bisa bermacam-macam, tergantuung kemampuan masing-masing: lembu-domba merpati-pipit-doa!.  Tetapi  “dan ini yang paling penting”  binatang apapun harus yang terbaik ; tidak bercacat. 
Kita diminta membawa persembahan sesuai dengan kemampuan  kita {“yang perlu diingat bukan  semampunya bukan semaunya ).  Tetapi apa pun dan berapa pun yang anda bawa, ia harus yang terbaik.

Dalam Ibrani 10:4   kita membaca kalimat sebagai berikut 
sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.” Artinya, bukan korban itu sendiri yang penting!.  Pembacaan kita mengatakan, Allah itu bukan Allah yang rakus dan lapar terus menerus, hingga senang sekali kalau dibawain  barbeque!.  Kalau kita membawa persembahan kepada Tuhan, bukan uang nya yang penting.
Jadi apanya yang penting?  Bukan “daging korbannya”, melainkan apa yang dilambangkan oleh korban itu:
Bahwa ada yang bersedia dikorbankan, disembelih, dibunuh, mati untuk kita.  Setiap kita bawa persembahan kita, ingat Yesus Kristus! Ia bersedia memberikan diri Nya sendiri sebagai “korban”.  Sebelum kita bisa memberi apa-apa, Ia sudah terlebih dulu memberi.  Berapa banyak pun yang kita berikan, tetapi tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang telah ia berikan untuk kita.  Karena itu, kita memberikan persembahan kita dengan penuh kerendahan hati.
Kalau yang dikehendaki oleh Tuhan bukanlah daging bakar, lalu apa? 

Persembahan diri kita!. Roma 12:1 berkata 
“karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan, Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati!”
Persembahan kita akan menyenangkan hati Allah apabila didasari oleh dorongan yang kuat dan kerinduan yang dalam untuk memberi dan memberi, karena kasih yang membakar hati kita.  Kalau kasih yang membakar hati kita, percayalah, tak ada persembahan yang terlalu besar sehingga kita “bangga” atau “cukup” tak ada pula persembahan yang “terlalu kecil”  sehingga merasa “minder”.
Pernah tidak anda mengalami kesulitan karena diundang seorang tokoh yang menikahkan anaknya?  Bingung mau membawa kado apa?  Ini, ah terlalu kecil buat dia.itu, ah terlalu mahal buat saya.  Mengapa timbul kebingungan ini? Karena tidak didasarkan kasih
Pertanyaan terakhir; kalau yang penting itu hati, apakah itu berarti jumlah tidak penting? O tunggu dulu jawabannya adalah  jumlah tidak dengan sendirinya mencerminkan hati.  Tetapi hati yang bersyukur selalu tercermin dalam “jumlah”!. Ingat cerita Narwastu?.
Semoga setiap hari kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan berdasarkan Hati kita .  hati yang mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan kesungguhan yang besar!

Sumber; buku  “Dengan mata menatap ke Yesus” karya Eka Darmaputera (penerbit: PT BPK GUNUNG MULIA)
(https://friendofgodministry.wordpress.com/persembahan-yang-benar/



Hidup ini singkat: MAKNAI HIDUP ANDA DENGAN MELAKUKAN SEGALA SESUATU YANG BERGUNA

Saat seseorang memaknai hidupnya dan senantiasa BERFUNGSI MAKSIMAL, ia akan menjadi orang yang BERGAIRAH dan hidupnya pun menjadi semangat 

Ia tak akan menyerah oleh keadaan yang tak mendukung.
ia tidak mau dikalahkan oleh masalahnya, tetapi berani menghadapinya.

Hidup jadi seperti tanpa masalah, walaupun sebenarnya ada.
Ini bisa terjadi saat kita hidup dengan TUJUAN DAN ARAH YANG JELAS



John C. Maxwell: 

"Problems never stop, but people can stop problems"

Tanganilah keluhan dengan segera!!! Itulah ciri pemimpin yang peduli.

1 Yohanes 4:17: 
"Dalam hal kasih Allah sempurna di dalam kita,
yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman,
karena sama seperti Dia,
kita juga ada di dalam dunia ini"


Mottos for success:

"It is often easier to do a good job than to explain why you didn't"



Ketika metabolisme tubuh melambat,
apapun yang kita makan akan lebih banyak diubah tubuh menjadi simpanan lemak

#DietFacts (Santoso, Indonesia Sports Nutritionist)

Have a good day!


Selasa, 25 Juli 2017

Positive Thinking: "THIRST TO LEARN", 25 July, 2017


"One never too late to learn"

...Caranya menulis seperti budak;
ia salah dalam perhitungan sederhana;
ia mengalami kesulitan membaca buku-buku penting di zamannya.
Sebelum ia meninggal ia mengungkapkan penyesalannya bahwa 
ia tidak hidup sesuai dengan kemampuannya...

Ia adalah  Leonardo Da Vinci
yang hingga akhir hidupnya telah menorehkan banyak hal dalam sejarah kehidupan manusia.
Ia dipandang sebagai manusia paling berbakat yang pernah hidup.

Ia tak jenius, tetapi ia HAUS BELAJAR.

"Semakin rendah asupan karbohidrat,

semakin tinggi asupan protein
dan semakin banyak buangan nitrogen
yang akan memperberat kerja ginjal"

(#DietFacts, Santoso-Indonesia Sport Nutritionist)


Have a good day!











Senin, 24 Juli 2017

POSITIVE THINKING: PREVENTION IS BETTER THAN CURE (2), 24 July, 2017

Good morning all..




Monday, July 24, 2017

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Juli 2017


Baca: 1 Tesalonika 5:1-11
"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam." 1 Tesalonika 5:2
Semua orang tahu bahwa orang yang mabuk adalah orang yang dalam keadaan tidak sadar. Biasanya orang yang hidupnya suka bermabuk-mabukan memiliki kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang semata-mata bertujuan memuaskan hawa nafsu kedagingan: melakukan seks sebelum menikah, selingkuh, mengkonsumsi obat-obat terlarang atau perbuatan-perbuatan jahat lainnya. Sekarang ini banyak orang secara tidak sadar sedang hanyut dalam 'kemabukan': tanpa sadar menyimpan kebencian, sakit hati, dendam, iri hati, dengki dan sebagainya. Inilah hidup dalam kemabukan, yang sesungguhnya hanya mengantarkan seseorang kepada kehancuran.
Jadi kita harus senantiasa menjaga jalan hidup kita. "Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan." (Amsal 4:26-27). Jalan hidup kita perlu dijaga supaya arah yang hendak dituju tidak salah, sebab "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal 14:12). Dalam dunia ini banyak jalan yang sedang dirancang oleh Iblis untuk menjatuhkan kita sebagai anak-anak terang. Ada pun jalan yang dirancang Iblis itu terasa sangat mudah untuk dilalui, menyenangkan daging dan tanpa ada harga yang harus dibayar, namun jalan itu penuh dengan jebakan yang sangat mematikan, "...karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;" (Matius 7:13).
Hal penting lain adalah kita harus menjaga mata dan lidah kita. "Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu." (Matius 6:22-23). Mata kita tercipta bukan untuk memandang hal-hal negatif dan yang bersifat duniawi yang membawa kepada kehancuran, tetapi dicipta untuk memandang hal-hal yang positif dan bertujuan memuliakan Tuhan. Kita juga harus bijak dalam memfungsikan lidah kita, sebab "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21).
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," Efesus 5:15. 
Amin.
PRAISE THE LORD!




SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF, 24 July, 2017

Helen Keller kehilangan penglihatan di usia 19 bulan, 
tetapi ia lulus universitas, menjadi dosen dan penulis.

Franklin D.Roosevelt terkena polio ganas pada umur 39 tahun.
Di usia yang ke-47 tahun, ia menjadi Gubernur New York.
Di usia ke-50 tahun, ia menjadi Presiden Amerika Serikat

Orang bijak bernama H.G.Wells berkata:
"Kekayaan, kepopuleran, jabatan, dan kekuasaan bukanlah ukuran kesuksesan.

Ukuran kesuksesan yang sesungguhnya adalah 
PERBANDINGAN ANTARA KEADAAAN KITA YANG SEHARUSNYA  dan
KEADAAN KITA SEKARANG INI".


John C.Maxwell:
Kenalilah faktor-faktor keberhasilan anda yang kritis, 
hal-hal yang secara mutlak, 
harus anda perbaiki untuk mencapai keunggulan yang maksimal...

("Yang Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar kekuasaan dan keadilannya" - Ayub 37:23)



Untuk menghindari masalah obesitas pada anak, 
sangat penting untuk mengajarkan pada anak tentang pola makan sehat 
#FatLossFacts
(Santoso, Indonesian Sport Nutritionist)



Motto for success:

"Enthusiasm i not an accessory to life; it's a necessity"


Have a good day!





Minggu, 23 Juli 2017

POSITIVE THINKING: PREVENTION IS BETTER THAN CURE, 23 July, 2017

Sunday, July 23, 2017

A man becomes learned by asking question



MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Juli 2017

Baca: Lukas 21:34-38
"Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Lukas 21:36
("Be always on the watch, and pray taht you may be able to escape all that is about to happen, and that you may be able to stand before the Son of Man" - Luke 21:36)

Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati, yang bisa diartikan melakukan pencegahan atau berjaga-jaga terlebih dahulu untuk mengantisipasi atau menghindari kemungkinan yang lebih buruk terjadi. Prinsip ini bisa diterapkan di segala bidang kehidupan, bukan hanya berkenaan dengan sakit-penyakit yang datangnya tidak terduga dan sewaktu-waktu bisa menyerang semua manusia. Solusinya adalah melakukan pencegahan. Jangan sampai ketika 'musuh' datang kita baru sibuk mencari senjata untuk melawan. Terlambat sedikit, fatal akibatnya!
Dalam hidup ini pun adalah lebih baik berjaga-jaga atau mempersiapkan segala sesuatu sebaik mungkin daripada harus melakukan perbaikan atas kegagalan-kegagalan yang telah terjadi, yang tentunya akan lebih sulit. Tuhan Yesus pun telah memperingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga sambil berdoa agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan (baca Matius 26:41). Mengapa kita harus berjaga-jaga? Karena "...Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Iblis selalu mencari celah dan memanfaatkan kelengahan kita. Jika kita tidak berjaga-jaga sambil berdoa, kita akan menjadi sasaran empuknya! Dunia ini penuh dengan godaan dan pencobaan (keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup - 1 Yohanes 2:16). Jika iman tidak teguh kita akan mudah terbawa arus yang ada. "Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus." (Ibrani 2:1).
Rasul Paulus menasihati, "Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati." (Roma 13:13). Mengapa? Karena "...kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar." (1 Tesalonika 5:5-6). Sebagai anak-anak terang kita harus menjaga diri supaya tidak larut dalam pesta pora dan kemabukan! (Bersambung)



SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF (Success because of positive action)

Seseorang yang berhasil di berbagai bidang kehidupan, pasti sudah mengalami berbagai tempaan proses hidup dan telah memetik pelajaran sebanyak mungkin.
(Someone who succeeds in various areas of life, have experienced various life process and have learned as much as possible).

Walaupun tempaan proses tersebut panjang dan menyakitkan, dibutuhkan KESABARAN dan KERENDAHAN HATI agar dapat BERSIKAP POSITIF
(Although the forging process  is long and painful, it takes PATIENCE and HUMILITY to STAY POSITIVE).

Sikap positif yang kita tampilkan di masa sukar itu akan membuat kita TAHAN BANTING dan mampu menyelesaikan masalah-masalah sukar.
(The positive attitude that we display  n difficult times will make us RESILIENT and may be able to solve difficult problems).


"Be the change that you want to see in the world"

If you want to change the world, start with the man in the mirror.
#DietQuote

Mengasup karbohidrat secara berlebihan 
dapat meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh 
sehingga berat badan akan bertambah
#Diet Facts
(Santoso, Indonesia Sport Nutritionist)


Heaven isn't only a final destination.
It's also a state of mind and heart that we  can experience here and now by opening  our hearts to God's love and sharing it with others

HAPPY SUNDAY

Berkata bijak : bermakna , bermanfaat, membangun

Pagi bae,  damai di hati 7 September 2018 ๐Ÿ“š  Amsal 18-22 Bijak dalam berkata-kata yang bermakna, bermanfaat,  membangun. Ya Tuhan ...