Kamis, 27 Juli 2017

POSITIVE THINKING: Hidup ini singkat, MAKNAI HIDUP DENGAN SEGALA SESUATU YANG BERGUNA

"PERSEMBAHAN YANG BENAR"

(Mazmur 50:7-15)

Billy Graham, penginjil paling terkenal abad ini, adalah sahabat dekatdari 10 presiden As terakhir, mulai dari Harry Trutman samapai Bill Clinton.  Dalam khotbahnya yang bertema Partner with God, antara lain berkata. “salah satu dosa paling besar dari orang Amerika saat ini adalah, bahwa kita merampok dari Allah apa-apa yang sepenuhnya milik hak Dia. Sengaja tidak memberikan persepuluhan kita berarti “ngemplang”.
Padahal dengan memberikan persepuluhan kita, kita sebenarnya belum memberikan apa apa kepada Tuhan.  Mengapa? Karena memang sudah hak Tuhan sepenuhnya .  Kita Cuma ‘bayar utang’.”
Billy graham benar!. Memberi persembahan kepada Tuhan itu pada dasarnya sama seperti “membayar utang”. Kewajiban!  Kita bayar!, tidak membuat kita hebat.  Tetapi tidak kita bayar, kita cacat.
Ini salah satu konsep dasar tentang persembahan yang mesti kita luruskan.  Banyak orang berpikir, bahwa memberi persembahan kepada Tuhan itu seperti memberi “piutang” kepada Tuhan.  Semakin besar persembahan kita kepasa Tuhan semakin besar utang Tuhan kepada kita.  Lalu pada waktu kita membutuhkannya, O gampang, kita tinggal menagihnya.  Dan Tuhan akan membayar kembali hutang-Nya kepada kita, plus bunganya.  Dan bunganya itu ratusan persen.  Bayangkan kita jadi “tukang kredir”  malah tepatnya rentenir.  Sebab bunga yang kita kenakan kepada Tuhan itu nauzibilah tingginya.
Salah kalau kita memotivasi jemaat memberikan persembahan dengan terus menerus mengulang Maleakhi 3:10 adalah,
 “Ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
ATAU
2 Korintus 9:6 berbunyi 
“Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga.”
Bukan ayatnya yang salah, tetapi cara kita memahaminya dan menggunakan ayat ayat itu yang salah!. 

Pembacaan kita hari ini, MAZMUR 50, 
amat jelas, amat tegas, amat tandas, mau meluruskan pandangan-pandangan yang salah itu!.
Ayat 7. Setiap kali kita hendak membawa persembahan kita, ingatlah, untuk siapa dan kepada siapa kita membawa persembahan itu!  “Akulah Allah, Allahmu!” Akulah Allah, bukan rekan bisnismu! 
Akulah Allah bukan bangkirmu!
Ayat 8 Aku, Allahmu! Aku bisa murka kepadamu.  Bisa tidak menyukaimu.  Bisa menghukummu.  Tetapi ingat aku tidak mengukurmu, tidak menilaimu, tidak menghakimimu semata mata berdasar korban bakaranmu atau jumlah persembahanmu! Jangan pikir Aku gampang diiming imingi, dirayu, disuap dengan rupiahmu!.  Jangan pikir nanti ada kelas kelas.  Siapa bayar lebih mahal bisa masuk kelas eksekutive, yang kurang mahal masuk kelas ekonomi! "Bukan karena  korban sembelihanmu Aku menghukum atau memberkati engkau! Mengapa?
Ayat 9-13.  Tuhan tidak perlu persembahan-persembahan kita!  Ia Mahakaya! “punya-Ku lah dunia dan segala isinya!”, begitu dikatakan dalam ayat 12b. Bukan kita yang memberi kepada Tuhan.  Tetapi Tuhan lah yang memberi kepada kita!
Namun demikian, toh Ayat 14  mengatakan, persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Maha Tinggi!” artinya walaupun ia tidak membutuhkan persembahan kita, tetapi Allah mengharapkannya.  Seperti seorang yang mengharapkan kado atau tanda mata dari kekasihnya.  Jangan menghadap Tuhan dengan tangan hampa!, demikian disebutkan dalam kitab Ulangan.  Bawalah persembahanmu sebagai korban!  Bawalah persembahanmu sebagai pembayar Nazar: maksudnya, bukan sebagai hadiah atau sebagai oleh-oleh untuk merayu Dia.  Bukan sebagai uang semir untuk menyuap Dia.   Bukan sebagai nasabah yang mau mendepositokan uangnya karena mengharapkan bungayang tinggi!.
Akan tetapi, “bawalah persembahanmu” sebagai korban!  Apa maksudnya?   Kita mengetahui umat Israel selalu membawa korban sebagai bagian dari ibadah mereka kepada Allah.  Korban itu  berupa binatang.  Binatangnya bisa bermacam-macam, tergantuung kemampuan masing-masing: lembu-domba merpati-pipit-doa!.  Tetapi  “dan ini yang paling penting”  binatang apapun harus yang terbaik ; tidak bercacat. 
Kita diminta membawa persembahan sesuai dengan kemampuan  kita {“yang perlu diingat bukan  semampunya bukan semaunya ).  Tetapi apa pun dan berapa pun yang anda bawa, ia harus yang terbaik.

Dalam Ibrani 10:4   kita membaca kalimat sebagai berikut 
sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.” Artinya, bukan korban itu sendiri yang penting!.  Pembacaan kita mengatakan, Allah itu bukan Allah yang rakus dan lapar terus menerus, hingga senang sekali kalau dibawain  barbeque!.  Kalau kita membawa persembahan kepada Tuhan, bukan uang nya yang penting.
Jadi apanya yang penting?  Bukan “daging korbannya”, melainkan apa yang dilambangkan oleh korban itu:
Bahwa ada yang bersedia dikorbankan, disembelih, dibunuh, mati untuk kita.  Setiap kita bawa persembahan kita, ingat Yesus Kristus! Ia bersedia memberikan diri Nya sendiri sebagai “korban”.  Sebelum kita bisa memberi apa-apa, Ia sudah terlebih dulu memberi.  Berapa banyak pun yang kita berikan, tetapi tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang telah ia berikan untuk kita.  Karena itu, kita memberikan persembahan kita dengan penuh kerendahan hati.
Kalau yang dikehendaki oleh Tuhan bukanlah daging bakar, lalu apa? 

Persembahan diri kita!. Roma 12:1 berkata 
“karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan, Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati!”
Persembahan kita akan menyenangkan hati Allah apabila didasari oleh dorongan yang kuat dan kerinduan yang dalam untuk memberi dan memberi, karena kasih yang membakar hati kita.  Kalau kasih yang membakar hati kita, percayalah, tak ada persembahan yang terlalu besar sehingga kita “bangga” atau “cukup” tak ada pula persembahan yang “terlalu kecil”  sehingga merasa “minder”.
Pernah tidak anda mengalami kesulitan karena diundang seorang tokoh yang menikahkan anaknya?  Bingung mau membawa kado apa?  Ini, ah terlalu kecil buat dia.itu, ah terlalu mahal buat saya.  Mengapa timbul kebingungan ini? Karena tidak didasarkan kasih
Pertanyaan terakhir; kalau yang penting itu hati, apakah itu berarti jumlah tidak penting? O tunggu dulu jawabannya adalah  jumlah tidak dengan sendirinya mencerminkan hati.  Tetapi hati yang bersyukur selalu tercermin dalam “jumlah”!. Ingat cerita Narwastu?.
Semoga setiap hari kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan berdasarkan Hati kita .  hati yang mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan kesungguhan yang besar!

Sumber; buku  “Dengan mata menatap ke Yesus” karya Eka Darmaputera (penerbit: PT BPK GUNUNG MULIA)
(https://friendofgodministry.wordpress.com/persembahan-yang-benar/



Hidup ini singkat: MAKNAI HIDUP ANDA DENGAN MELAKUKAN SEGALA SESUATU YANG BERGUNA

Saat seseorang memaknai hidupnya dan senantiasa BERFUNGSI MAKSIMAL, ia akan menjadi orang yang BERGAIRAH dan hidupnya pun menjadi semangat 

Ia tak akan menyerah oleh keadaan yang tak mendukung.
ia tidak mau dikalahkan oleh masalahnya, tetapi berani menghadapinya.

Hidup jadi seperti tanpa masalah, walaupun sebenarnya ada.
Ini bisa terjadi saat kita hidup dengan TUJUAN DAN ARAH YANG JELAS



John C. Maxwell: 

"Problems never stop, but people can stop problems"

Tanganilah keluhan dengan segera!!! Itulah ciri pemimpin yang peduli.

1 Yohanes 4:17: 
"Dalam hal kasih Allah sempurna di dalam kita,
yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman,
karena sama seperti Dia,
kita juga ada di dalam dunia ini"


Mottos for success:

"It is often easier to do a good job than to explain why you didn't"



Ketika metabolisme tubuh melambat,
apapun yang kita makan akan lebih banyak diubah tubuh menjadi simpanan lemak

#DietFacts (Santoso, Indonesia Sports Nutritionist)

Have a good day!


Selasa, 25 Juli 2017

Positive Thinking: "THIRST TO LEARN", 25 July, 2017


"One never too late to learn"

...Caranya menulis seperti budak;
ia salah dalam perhitungan sederhana;
ia mengalami kesulitan membaca buku-buku penting di zamannya.
Sebelum ia meninggal ia mengungkapkan penyesalannya bahwa 
ia tidak hidup sesuai dengan kemampuannya...

Ia adalah  Leonardo Da Vinci
yang hingga akhir hidupnya telah menorehkan banyak hal dalam sejarah kehidupan manusia.
Ia dipandang sebagai manusia paling berbakat yang pernah hidup.

Ia tak jenius, tetapi ia HAUS BELAJAR.

"Semakin rendah asupan karbohidrat,

semakin tinggi asupan protein
dan semakin banyak buangan nitrogen
yang akan memperberat kerja ginjal"

(#DietFacts, Santoso-Indonesia Sport Nutritionist)


Have a good day!











Senin, 24 Juli 2017

POSITIVE THINKING: PREVENTION IS BETTER THAN CURE (2), 24 July, 2017

Good morning all..




Monday, July 24, 2017

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Juli 2017


Baca: 1 Tesalonika 5:1-11
"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam." 1 Tesalonika 5:2
Semua orang tahu bahwa orang yang mabuk adalah orang yang dalam keadaan tidak sadar. Biasanya orang yang hidupnya suka bermabuk-mabukan memiliki kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang semata-mata bertujuan memuaskan hawa nafsu kedagingan: melakukan seks sebelum menikah, selingkuh, mengkonsumsi obat-obat terlarang atau perbuatan-perbuatan jahat lainnya. Sekarang ini banyak orang secara tidak sadar sedang hanyut dalam 'kemabukan': tanpa sadar menyimpan kebencian, sakit hati, dendam, iri hati, dengki dan sebagainya. Inilah hidup dalam kemabukan, yang sesungguhnya hanya mengantarkan seseorang kepada kehancuran.
Jadi kita harus senantiasa menjaga jalan hidup kita. "Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan." (Amsal 4:26-27). Jalan hidup kita perlu dijaga supaya arah yang hendak dituju tidak salah, sebab "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal 14:12). Dalam dunia ini banyak jalan yang sedang dirancang oleh Iblis untuk menjatuhkan kita sebagai anak-anak terang. Ada pun jalan yang dirancang Iblis itu terasa sangat mudah untuk dilalui, menyenangkan daging dan tanpa ada harga yang harus dibayar, namun jalan itu penuh dengan jebakan yang sangat mematikan, "...karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;" (Matius 7:13).
Hal penting lain adalah kita harus menjaga mata dan lidah kita. "Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu." (Matius 6:22-23). Mata kita tercipta bukan untuk memandang hal-hal negatif dan yang bersifat duniawi yang membawa kepada kehancuran, tetapi dicipta untuk memandang hal-hal yang positif dan bertujuan memuliakan Tuhan. Kita juga harus bijak dalam memfungsikan lidah kita, sebab "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21).
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," Efesus 5:15. 
Amin.
PRAISE THE LORD!




SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF, 24 July, 2017

Helen Keller kehilangan penglihatan di usia 19 bulan, 
tetapi ia lulus universitas, menjadi dosen dan penulis.

Franklin D.Roosevelt terkena polio ganas pada umur 39 tahun.
Di usia yang ke-47 tahun, ia menjadi Gubernur New York.
Di usia ke-50 tahun, ia menjadi Presiden Amerika Serikat

Orang bijak bernama H.G.Wells berkata:
"Kekayaan, kepopuleran, jabatan, dan kekuasaan bukanlah ukuran kesuksesan.

Ukuran kesuksesan yang sesungguhnya adalah 
PERBANDINGAN ANTARA KEADAAAN KITA YANG SEHARUSNYA  dan
KEADAAN KITA SEKARANG INI".


John C.Maxwell:
Kenalilah faktor-faktor keberhasilan anda yang kritis, 
hal-hal yang secara mutlak, 
harus anda perbaiki untuk mencapai keunggulan yang maksimal...

("Yang Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar kekuasaan dan keadilannya" - Ayub 37:23)



Untuk menghindari masalah obesitas pada anak, 
sangat penting untuk mengajarkan pada anak tentang pola makan sehat 
#FatLossFacts
(Santoso, Indonesian Sport Nutritionist)



Motto for success:

"Enthusiasm i not an accessory to life; it's a necessity"


Have a good day!





Minggu, 23 Juli 2017

POSITIVE THINKING: PREVENTION IS BETTER THAN CURE, 23 July, 2017

Sunday, July 23, 2017

A man becomes learned by asking question



MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Juli 2017

Baca: Lukas 21:34-38
"Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Lukas 21:36
("Be always on the watch, and pray taht you may be able to escape all that is about to happen, and that you may be able to stand before the Son of Man" - Luke 21:36)

Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati, yang bisa diartikan melakukan pencegahan atau berjaga-jaga terlebih dahulu untuk mengantisipasi atau menghindari kemungkinan yang lebih buruk terjadi. Prinsip ini bisa diterapkan di segala bidang kehidupan, bukan hanya berkenaan dengan sakit-penyakit yang datangnya tidak terduga dan sewaktu-waktu bisa menyerang semua manusia. Solusinya adalah melakukan pencegahan. Jangan sampai ketika 'musuh' datang kita baru sibuk mencari senjata untuk melawan. Terlambat sedikit, fatal akibatnya!
Dalam hidup ini pun adalah lebih baik berjaga-jaga atau mempersiapkan segala sesuatu sebaik mungkin daripada harus melakukan perbaikan atas kegagalan-kegagalan yang telah terjadi, yang tentunya akan lebih sulit. Tuhan Yesus pun telah memperingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga sambil berdoa agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan (baca Matius 26:41). Mengapa kita harus berjaga-jaga? Karena "...Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Iblis selalu mencari celah dan memanfaatkan kelengahan kita. Jika kita tidak berjaga-jaga sambil berdoa, kita akan menjadi sasaran empuknya! Dunia ini penuh dengan godaan dan pencobaan (keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup - 1 Yohanes 2:16). Jika iman tidak teguh kita akan mudah terbawa arus yang ada. "Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus." (Ibrani 2:1).
Rasul Paulus menasihati, "Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati." (Roma 13:13). Mengapa? Karena "...kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar." (1 Tesalonika 5:5-6). Sebagai anak-anak terang kita harus menjaga diri supaya tidak larut dalam pesta pora dan kemabukan! (Bersambung)



SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF (Success because of positive action)

Seseorang yang berhasil di berbagai bidang kehidupan, pasti sudah mengalami berbagai tempaan proses hidup dan telah memetik pelajaran sebanyak mungkin.
(Someone who succeeds in various areas of life, have experienced various life process and have learned as much as possible).

Walaupun tempaan proses tersebut panjang dan menyakitkan, dibutuhkan KESABARAN dan KERENDAHAN HATI agar dapat BERSIKAP POSITIF
(Although the forging process  is long and painful, it takes PATIENCE and HUMILITY to STAY POSITIVE).

Sikap positif yang kita tampilkan di masa sukar itu akan membuat kita TAHAN BANTING dan mampu menyelesaikan masalah-masalah sukar.
(The positive attitude that we display  n difficult times will make us RESILIENT and may be able to solve difficult problems).


"Be the change that you want to see in the world"

If you want to change the world, start with the man in the mirror.
#DietQuote

Mengasup karbohidrat secara berlebihan 
dapat meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh 
sehingga berat badan akan bertambah
#Diet Facts
(Santoso, Indonesia Sport Nutritionist)


Heaven isn't only a final destination.
It's also a state of mind and heart that we  can experience here and now by opening  our hearts to God's love and sharing it with others

HAPPY SUNDAY

Sabtu, 22 Juli 2017

Positive Thinking: "Menjadi yang terbaik di bidangnya..." 22 July, 2017

Good morning...                              
(English Proverbs: "A golden key opens every doors")


"MENJADI YANG TERBAIK DI BIDANGNYA"
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Juli 2017

Baca: Pengkhotbah 9:1-12
"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." Pengkhotbah 9:10
Ayat nas ini merupakan pernyataan raja Salomo, seorang raja yang secara lahiriah memiliki apa saja yang menjadi dambaan semua manusia: hikmah, kedudukan, kekayaan, kemashyuran. Berdasarkan pengalaman hidupnya terungkap sudah bahwa kunci untuk meraih keberhasilan adalah menjadi yang terbaik dalam apa pun yang dikerjakannya.
Menjadi yang terbaik adalah kerinduan Tuhan bagi setiap orang percaya. Ini terwakili melalui pekerjaan tukang periuk dan tanah liat. "Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya." (Yeremia 18:4). Juga melalui perumpamaan tentang talenta, di mana si tuan menghendaki setiap hamba, yang beroleh masing-masing lima, dua dan satu talenta, melakukan yang terbaik supaya talentanya itu mengalami pelipatgandaan (baca Matius 25:14-30).
Sesungguhnya nasib semua orang adalah sama (baca Pengkhotbah 9:2-3), karena Tuhan tidak pernah membeda-bedakan manusia. Apa yang akhirnya membedakan dari masing-masing orang? Yang membedakan adalah kecakapannya dalam mengerjakan sesuatu dan iman yang dimiliki. Inilah yang kurang disadari semua orang! "Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina." (Amsal 22:29). Hidup ini adalah kesempatan untuk menjadi yang terbaik, karena itu jangan pernah kita menyia-nyiakan kesempatan yang ada, "...karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." (ayat nas).
Tidak ada alasan bagi orang percaya untuk tidak menjadi yang terbaik, karena Tuhan dan kuasa-Nya senantiasa menyertainya. Sehebat apa pun manusia jika tanpa penyertaan Tuhan ia tidak bisa berbuat apa-apa, sebab "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan," (Efesus 3:20).
Ingin menjadi yang terbaik? "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." Kolose 3:23

                            

John C.Maxwell:
"Tuliskanlah tujuan-tujuan yang jelas dan spesifik untuk setiap bidang kehidupan anda.
Otak anda bukan tempat penyimpanan prioritas yang lebih baik dari pena.
Kita memiliki perasaan, pena tidak"
       
(Kolose 1:27:
 "Kepada mereka Allah memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu
   di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu,
   Kristus yang adalah pengharapan dan kemuliaan".)

SUKSES KARENA BERTINDAK POSITIF
Seorang pemenang kehidupan tidak memilih jalan pintas.
Ia SETIA.
Ia memilih untuk MENJALANI dan MENCINTAI PROSES kehidupan yang sedang membentuknya.
Seorang pemenang PERCAYA pada IMPIAN dan VISI.
Ia YAKIN, bahwa Allah, Sang Pemberi Visi, pasti memiliki CARA TERBAIK  untuk  MENGANTARKAN dirinya PADA PENCAPAIAN VISI itu.
Seorang pemenang tidak "lari" dari proses, melainkan BELAJAR untuk mengambil PELAJARAN dari proses itu.

KEEP FROM GETTING KNOCKED OUT IN THE BOXING MATCH OF LIFE BY LEARNING TO ROLL WITH THE PUNCHES
(Terus terhindar dalam pertandingan tinju kehidupan  melalui belajar berguling dengan pukulan)

KALORI YANG DIBAKAR saat melakukan sit-up  sangat sedikit, karena perut adalah otot kecil.
Itulah sebabnya sit-up  bukanlah cara yang tepat untuk membakar lemak .
#Fitness Facts
(Santoso, Indonesia Sport Nutritionist)

HAVE A NICE WEEKEND...







Jumat, 21 Juli 2017

10 ways to find happiness in life

1.  Accept the things you can't change
2.  Let go of the people who hold you down
3.  Sing your favorite song every day
4.  Go for a nice walk every day and enjoy nature
5.  Call someone you love. Hearing their voice will make you feel better
6.  Smile at a stranger. It will make you both feel better
7.  Make peace with your past so it won't disturb your present
8.  Don't pay attention to what others think of you
9.  Remember that no one is in charge of your happiness except you
10.Don't compare your life to others.  You are unique and special


Listen with your heart, as well as with your ears...








Positive Thinking, 21 July, 2017

Good morning...

In order to succed  in any field, we need to learn to build  a healthy relationship. 
We can try to develop the ability to communicate, listen empathize, and love.
Whatever the case, we can improve our attitude
(Agar dapat berhasil di segala bidang, kita perlu BELAJAR MEMBANGUN HUBUNGAN YANG SEHAT.
Hal itu dapat kita usahakan dengan MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI, MENDENGARKAN, BEREMPATI, DAN MENGASIHI.
Apapun masalahnya, kita dapat MEMPERBAIKI SIKAP).

John C.Maxwell:
"Pengaruh adalah sesuatu yang aneh. Walaupun kita memiliki pengaruh yang kuat atas hampir semua orang di sekitar kita, namun tingkat pengaruh kita tidaklah sama satu sama lain.

Ibrani 12:11
"Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya".
(Hebrews 12:11, "No discipline seems pleasant at the time, but painful. Later, however, it produces a harvest of righteousness and peace for those who been trained by it").

Makan malam bukan suatu yang harus anda hindari, justru sangat dibutuhkan tubuh untuk perbaikan sel-sel tubuh saat istirahat. Pilihlah menu tinggi protein untuk makan malam anda.
(Dinner is not something to be avoided, it is really needed the body to repair the body's cells at rest. Choose a high-protein menu for your dinner)
#Diet Facts (Susanto, Indonesia Sport Nutritionist)

When you pray, you open a channel to the reservoir of God's almighty power
(saat anda berdoa, anda membuka saluran kuasa Allah Yang Maha Kuasa).

Have a nice day...

SETIA DAN BENAR DALAM PERKARA KECIL


Rabu, 19 Juli 2017

SEKILAS INFO: BERPIKIR DAN BERTINDAK INKLUSIF

MERENUNGKAN…
Saat ini terjadi perubahan dan pergeseran paradigm di segala dimensi strategis, segala bidangbegitu dinamis, Global pula…borderless…
Menyikapi dan menindak-lanjutinya kita juga perlu berubah dan memperbaikinya, bila tidak akan tergerus, tereliminasi dengan sendirinyaApa yang perlu diadopsi dan beradaptasipositive-thinking….untuk kemajuan bersama,karena kita sudah tertinggal jauh dibanding dengan negara tetangga. Butuh PENGUATAN, PERCEPATAN untuk mengejar dan mengatasi ketertinggalan yang berdampak kesenjangan di segala bidang, yang adil dan merata sampai pada pinggiran pelosok tanah air…
 Menurut Sri Mulyani (2016)…”Salah satu kekhawatiran terbesar saya adalah meningkatnya ketimpangan di antara masyarakat. Indikator kesenjangan (koefisien gini) Indonesia meningkat tajam dari 30 pada tahun 2003, ke 41 pada tahun 2014. Ketimpangan yang sangat tajam bisa menghambat potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia”.
Sudah bukan saatnya kita berpikir dan bertindak secara eksklusif, tapi sebaliknya yaitu INKLUSIF….
Sri Mulyani (2016), Kepemimpinan yang inklusif dan berlandaskan empati dan integritas yang bersih akan menghasilkan proses perubahan yang baik dan hasil yang lebih langgengIni bukan berarti kita harus menyenangkan semua pihak dan tidak memiliki pendirianDalam lingkungan kebijakan publik, sering kita dihadapkan pada pilihan sulit. Pilihan yang tersedia seringkali tidak populer, yang bahkan bukan alternatif terbaikDengan analisa yang cermat dan teliti, buatlah keputusan yang hanya bertujuan untuk kebaikan masyarakat dan tidak mengandung konflik kepentingan. Yakini bahwa pilihan sulit yang anda ambil tetap merupakan keputusan yang terbaik bagi masyarakat dan institusi. Kadang tidak semua orang akan mengapresiasi keputusan yang kita buat. Bisa jadi ada orang yang salah paham terhadap tindakan kita. Dan bahkan keberhasilan sering datang lama setelah kita meninggalkan jabatan kita. Jangan putus asa. Tetap bertindak dengan integritas, jujur, adil, rendah hati, dan selalu menghormati martabat orang lain. Sikap itu akan membawa kepada ketentraman abadi

KerjaKerjaKerjaSalut kepada Pak Jokowi, Sri Mulyani yang berpikir dan bertindak INKLUSIF…

Berkata bijak : bermakna , bermanfaat, membangun

Pagi bae,  damai di hati 7 September 2018 📚  Amsal 18-22 Bijak dalam berkata-kata yang bermakna, bermanfaat,  membangun. Ya Tuhan ...