MERENUNGKAN…
Saat ini terjadi perubahan dan pergeseran paradigm di segala dimensi strategis, segala bidang… begitu dinamis,
Global pula…borderless…
Menyikapi dan menindak-lanjutinya kita juga perlu berubah dan memperbaikinya, bila tidak akan tergerus, tereliminasi dengan sendirinya…Apa yang
perlu diadopsi dan beradaptasi…positive-thinking….untuk kemajuan bersama,karena kita sudah tertinggal jauh dibanding dengan negara tetangga. Butuh
PENGUATAN, PERCEPATAN untuk mengejar dan mengatasi ketertinggalan yang
berdampak kesenjangan di segala bidang,
yang adil dan merata sampai pada pinggiran pelosok tanah air…
Menurut Sri Mulyani
(2016)…”Salah satu kekhawatiran terbesar saya adalah meningkatnya ketimpangan di antara masyarakat. Indikator kesenjangan (koefisien gini)
Indonesia meningkat tajam dari 30 pada tahun
2003, ke 41 pada tahun
2014. Ketimpangan yang
sangat tajam bisa menghambat potensi pertumbuhan jangka panjang
Indonesia”.
Sudah bukan saatnya kita berpikir dan bertindak secara eksklusif, tapi sebaliknya yaitu INKLUSIF….
Sri Mulyani (2016), Kepemimpinan
yang inklusif
dan berlandaskan empati dan integritas yang
bersih akan menghasilkan
proses perubahan yang
baik dan hasil yang
lebih langgeng. Ini bukan berarti kita harus menyenangkan semua pihak dan tidak memiliki pendirian. Dalam lingkungan kebijakan publik, sering kita dihadapkan pada pilihan sulit. Pilihan yang tersedia seringkali tidak populer, yang bahkan bukan alternatif terbaik. Dengan analisa yang
cermat dan teliti, buatlah keputusan yang
hanya bertujuan untuk kebaikan masyarakat dan tidak mengandung konflik kepentingan. Yakini bahwa pilihan sulit yang
anda ambil tetap merupakan keputusan yang
terbaik bagi masyarakat dan institusi. Kadang tidak semua
orang akan mengapresiasi keputusan yang
kita buat. Bisa jadi ada
orang yang salah paham terhadap tindakan kita. Dan
bahkan keberhasilan sering datang lama
setelah kita meninggalkan jabatan kita. Jangan putus asa. Tetap bertindak dengan integritas, jujur, adil, rendah hati, dan selalu menghormati martabat
orang lain. Sikap itu akan membawa kepada ketentraman abadi…
Kerja… Kerja…Kerja… Salut kepada Pak Jokowi, Sri Mulyani yang berpikir dan bertindak INKLUSIF…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar