Rabu, 19 Juli 2017

SEKILAS INFO: BERPIKIR DAN BERTINDAK INKLUSIF

MERENUNGKAN…
Saat ini terjadi perubahan dan pergeseran paradigm di segala dimensi strategis, segala bidangbegitu dinamis, Global pula…borderless…
Menyikapi dan menindak-lanjutinya kita juga perlu berubah dan memperbaikinya, bila tidak akan tergerus, tereliminasi dengan sendirinyaApa yang perlu diadopsi dan beradaptasipositive-thinking….untuk kemajuan bersama,karena kita sudah tertinggal jauh dibanding dengan negara tetangga. Butuh PENGUATAN, PERCEPATAN untuk mengejar dan mengatasi ketertinggalan yang berdampak kesenjangan di segala bidang, yang adil dan merata sampai pada pinggiran pelosok tanah air…
 Menurut Sri Mulyani (2016)…”Salah satu kekhawatiran terbesar saya adalah meningkatnya ketimpangan di antara masyarakat. Indikator kesenjangan (koefisien gini) Indonesia meningkat tajam dari 30 pada tahun 2003, ke 41 pada tahun 2014. Ketimpangan yang sangat tajam bisa menghambat potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia”.
Sudah bukan saatnya kita berpikir dan bertindak secara eksklusif, tapi sebaliknya yaitu INKLUSIF….
Sri Mulyani (2016), Kepemimpinan yang inklusif dan berlandaskan empati dan integritas yang bersih akan menghasilkan proses perubahan yang baik dan hasil yang lebih langgengIni bukan berarti kita harus menyenangkan semua pihak dan tidak memiliki pendirianDalam lingkungan kebijakan publik, sering kita dihadapkan pada pilihan sulit. Pilihan yang tersedia seringkali tidak populer, yang bahkan bukan alternatif terbaikDengan analisa yang cermat dan teliti, buatlah keputusan yang hanya bertujuan untuk kebaikan masyarakat dan tidak mengandung konflik kepentingan. Yakini bahwa pilihan sulit yang anda ambil tetap merupakan keputusan yang terbaik bagi masyarakat dan institusi. Kadang tidak semua orang akan mengapresiasi keputusan yang kita buat. Bisa jadi ada orang yang salah paham terhadap tindakan kita. Dan bahkan keberhasilan sering datang lama setelah kita meninggalkan jabatan kita. Jangan putus asa. Tetap bertindak dengan integritas, jujur, adil, rendah hati, dan selalu menghormati martabat orang lain. Sikap itu akan membawa kepada ketentraman abadi

KerjaKerjaKerjaSalut kepada Pak Jokowi, Sri Mulyani yang berpikir dan bertindak INKLUSIF…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkata bijak : bermakna , bermanfaat, membangun

Pagi bae,  damai di hati 7 September 2018 📚  Amsal 18-22 Bijak dalam berkata-kata yang bermakna, bermanfaat,  membangun. Ya Tuhan ...