Senin, 24 Juli 2017

POSITIVE THINKING: PREVENTION IS BETTER THAN CURE (2), 24 July, 2017

Good morning all..




Monday, July 24, 2017

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Juli 2017


Baca: 1 Tesalonika 5:1-11
"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam." 1 Tesalonika 5:2
Semua orang tahu bahwa orang yang mabuk adalah orang yang dalam keadaan tidak sadar. Biasanya orang yang hidupnya suka bermabuk-mabukan memiliki kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang semata-mata bertujuan memuaskan hawa nafsu kedagingan: melakukan seks sebelum menikah, selingkuh, mengkonsumsi obat-obat terlarang atau perbuatan-perbuatan jahat lainnya. Sekarang ini banyak orang secara tidak sadar sedang hanyut dalam 'kemabukan': tanpa sadar menyimpan kebencian, sakit hati, dendam, iri hati, dengki dan sebagainya. Inilah hidup dalam kemabukan, yang sesungguhnya hanya mengantarkan seseorang kepada kehancuran.
Jadi kita harus senantiasa menjaga jalan hidup kita. "Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan." (Amsal 4:26-27). Jalan hidup kita perlu dijaga supaya arah yang hendak dituju tidak salah, sebab "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal 14:12). Dalam dunia ini banyak jalan yang sedang dirancang oleh Iblis untuk menjatuhkan kita sebagai anak-anak terang. Ada pun jalan yang dirancang Iblis itu terasa sangat mudah untuk dilalui, menyenangkan daging dan tanpa ada harga yang harus dibayar, namun jalan itu penuh dengan jebakan yang sangat mematikan, "...karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;" (Matius 7:13).
Hal penting lain adalah kita harus menjaga mata dan lidah kita. "Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu." (Matius 6:22-23). Mata kita tercipta bukan untuk memandang hal-hal negatif dan yang bersifat duniawi yang membawa kepada kehancuran, tetapi dicipta untuk memandang hal-hal yang positif dan bertujuan memuliakan Tuhan. Kita juga harus bijak dalam memfungsikan lidah kita, sebab "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21).
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," Efesus 5:15. 
Amin.
PRAISE THE LORD!




SUKSES KARENA TINDAKAN POSITIF, 24 July, 2017

Helen Keller kehilangan penglihatan di usia 19 bulan, 
tetapi ia lulus universitas, menjadi dosen dan penulis.

Franklin D.Roosevelt terkena polio ganas pada umur 39 tahun.
Di usia yang ke-47 tahun, ia menjadi Gubernur New York.
Di usia ke-50 tahun, ia menjadi Presiden Amerika Serikat

Orang bijak bernama H.G.Wells berkata:
"Kekayaan, kepopuleran, jabatan, dan kekuasaan bukanlah ukuran kesuksesan.

Ukuran kesuksesan yang sesungguhnya adalah 
PERBANDINGAN ANTARA KEADAAAN KITA YANG SEHARUSNYA  dan
KEADAAN KITA SEKARANG INI".


John C.Maxwell:
Kenalilah faktor-faktor keberhasilan anda yang kritis, 
hal-hal yang secara mutlak, 
harus anda perbaiki untuk mencapai keunggulan yang maksimal...

("Yang Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar kekuasaan dan keadilannya" - Ayub 37:23)



Untuk menghindari masalah obesitas pada anak, 
sangat penting untuk mengajarkan pada anak tentang pola makan sehat 
#FatLossFacts
(Santoso, Indonesian Sport Nutritionist)



Motto for success:

"Enthusiasm i not an accessory to life; it's a necessity"


Have a good day!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkata bijak : bermakna , bermanfaat, membangun

Pagi bae,  damai di hati 7 September 2018 📚  Amsal 18-22 Bijak dalam berkata-kata yang bermakna, bermanfaat,  membangun. Ya Tuhan ...